Berdasarkan penggunaan di jaringannya IP terbagi dua, yaitu
IP Private dan IP Public. IP Private adalah IP yang bersifat pribadi dan lokal,
lokal maksudnya IP ini hanya digunakan sebagai identifikasi komputer pada
jaringan tertutup yang bersifat pribadi. IP private ini tidak bisa digunakan
untuk mengakses jaringan internet karena pada umumnya IP private di seragamkan
nilai awalnya agar sesama komputer di jaringan tersebut dapat saling
berhubungan. Contoh IP lokal yang sering digunakan adalah IP 192.16x.x.xxx
(kelas C).
Berbeda dengan IP Private, IP Public
bersifat worldwide dengan penggunaan konfigurasinya yang terikat dengan
peraturan tertentu. IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara,
Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203. IP publik inilah yang biasanya saat ini
menggunakan IPV4 dan ditakutkan akan habis dalam waktu dekat.
IP Address
dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A – E, namun yang hanya digunakan adalah
kelas A, B & C karena kelas D & E digunakan untuk keperluan
khusus. Cara mudah membedakan kelas A, B & C :
1.
Kelas A : kelompok pertama dimulai dari 0 à range IP 0 – 127 dan memiliki host
maksimum sebanyak 16.777.214
2.
Kelas B : kelompok pertama dimulai dari 128 à range IP
128 – 191 dan memiliki host maksimum sebanyak 65.534
3.
Kelas C : kelompok pertama dimulai dari 192 à range IP
192 – 223 dan memiliki host maksimum sebanyak 254
Tiap kelas
memiliki 1 slot yang berfungsi sebagai IP Private :
1.
Kelas A à IP 10.x.x.x
2.
Kelas B à IP 172.16.x.x sampai 172.30.x.x
3.
Kelas C à IP 192.168.x.x
IP 127.0.0.1
juga tidak boleh digunakan sebagai IP Public karena berfungsi untuk Local Loop
atau Local Host. Lembaga yang mengatur / menyediakan IP Public adalah
IANA, singkatan dari Internet Authorized Numbering Association




0 komentar:
Posting Komentar