About

Citra Andrieyani

Welcome to My Blog

Citra Andrieyani

Happy Sun.

Rabu, 29 Oktober 2014

Absensi


Absensi 



Jurnal


Jurnal


Jurnal


Jurnal


Jurnal



Junal


Jurnal




Rabu, 22 Oktober 2014

Photo bersama Pembimbing Lapangan

Bersama Pak Ariyadi dan Pak Made


Saran

1.         Saran bagi tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG) :
a.     Menyediakan alat dan bahan keperluan untuk menginstal Proxmox VirtualEnvironment, misalnya seperti server, CD/DVD ISO Proxmox Virtual Environment dan
lainnya.
b.        Memberikan kepercayaan kepada peserta magang bahwa peserta magang mampu
mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
a.     Mengajarkan kedisiplinan kepada siswa dan siswi agar jika terjun langsung ke dunia
kerja siswa dan siswi sudah terbiasa dengan kedisiplinan yang diajarkan sekolah.
b.      Meningkatkan kualitas siswa dan siswi PSG sebelum melakukan kegiatan PSG, agar
siswa dan siswi mempunyai banyak bekal dalam melaksanakan PSG.
c.    Menyediakan server untuk menginstalasi macam-macam virtualisasi server di PCLab.2.         Saran bagi sekolah :

Kesimpulan

              Dalam melaksanakan kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) selama kurang lebih tiga bulan di PT.NETSINDO Sentra Computama penulis mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Pengalaman yang mungkin tidak penulis dapatkan di lingkungan sekolah, tapi ada disini. Banyak hal yang penulis dapatkan dikantor ini, seperti kerjasama dalam bekerja, kedisiplinan dalam bekerja, tata krama dalam bekerja dan sebagainya.
Kesimpulan
Dengan adanya kegitan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) siswa dan siswi bisa menerapkan dan mengembangkan apa saya yang mereka pelajari selama belajar di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru
1.       kita ingin melakukan virtualisasi Operasi Sistem bisa langsung digunakan di PC tersebut
tanpa harus menginstal terbelih dahulu.
2.   Menginstal ClearOS 6.5 pada Proxmox Virtual Environment, kegunaanya jika ada pelatihan mengenai materi Clear OS kita tidak perlu menginstal Clear OS lagi dan kegunaan lainnya yaitu untuk menjalankan sistem operasi pada Proxmox Virtual Environment.

Metode

Metode pengumpulan data digunakan untuk mempermudah penulis dalam memperoleh data yang diinginkan, maka digunakan beberapa metode pengumpulan data yang diperoleh dengan cara sebagai berikut :
1.         Metode Praktikum, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan
cara ikut berpartisipasi dan praktek langsung terhadap tugas-tugas yang diberikan
pembimbing lapangan.
2.         Metode Observasi, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan 
cara pengamatan secara langsung terhadap obyek yang ingin diamati penulis.
3.         Metode Wawancara, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan penulis
dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pembimbing serta rekan
rekan di lapangan untuk mengetahui suatu informasi yang berhubungan dengan
pekerjaan.
4.         Metode Kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan penulis
dengan cara memperoleh informasi dengan membaca, mengamati dan memahami buku
buku referensi dan laporan yang didapat sendiri maupun dari pembimbing, serta dengan
cara Browsing/Searching di internet.

Gambaran Umum Perusahaan

PT. Netsindo Centra Computama adalah perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi, Jaringan Komputer dan Solusi IT untuk bisnis, Korporasi Perusahaan dan Pendidikan. PT. Netsindo Centra Computama Distributor dan Partner resmi ClearCenter, Inc untuk penjualan, implementasi dan penanganan pemeliharaan server ClaerOS Professional di Indonesia.

Selasa, 21 Oktober 2014

Virtualisasi

Virtualisasi memiliki banyak pengertian. Jika kita melihat pada kamus Oxford, istilah virtualization merupakan kata lain dari virtualize yang memiliki arti Convert somthing to a computer generated simulation of reallity”. Jika kita terjemahkan, virtualisasi berarti mengubah sesuatu atau mengkonversi ke bentuk simulasi dari bentuk nyata yang ada. Secara sederhana, virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk atau versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, storage atau penyimpanan data dan sumber daya jaringan. Dengan menggunakan virtualisasi, memungkin kita untuk menjalankan sistem operasi dalam satu waktu secara bersamaan.

B.      Jenis-jenis  Virtualisasi dalam bidang Informasi Teknologi
1.         Virtualisasi Jaringan (Network virtualization) adalah metode menggabungkan sumber daya yang tersedia dalam jaringan dengan cara membagi bandwidth yang tersedia ke dalam beberapa channel, yang masing-masing saling independen satu dengan yang yang lain, dan masing-masing yang dapat ditugasi (atau dialih-tugaskan) ke dalam beberapa server atau perangkat secara real time. Idenya adalah bahwa virtualisasi menyembunyikan kompleksitas jaringan dengan cara membagi jaringan menjadi bagian-bagian lebih mudah dikelola, sangat mirip dengan konsep mempartisi harddisk untuk memudahkan untuk pengelolaan file.
2.     Virtualisasi Penyimpanan adalah penggabungan penyimpanan fisik dari jaringan beberapa perangkat penyimpanan ke dalam apa yang tampaknya menjadi satu perangkat penyimpanan yang dikelola oleh  konsol pusat  penyimpanan virtualisasi yang umum digunakan di Storage Area Networks (SAN).
3.         Virtualisasi Server (Server virtualization) adalah penyembunyian sumber daya server (termasuk jumlah dan identitas individu server fisik, prosesor, dan sistem operasi) dari server pengguna. Tujuannya adalah untuk menghindarkan pengguna dari keharusan untuk memahami dan mengatur rincian rumit sumber daya server dengan tetap memungkinkan resource sharing untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan memelihara kapasitas untuk expansion.

C.         Level Virtualisasi
Sejumlah mesin Linux dapat dikonsolidasikan pada sebuah mainframe menggunakan sistem operasi  Virtual Machine (VM). Sistem komputer modern tersusun atas beberapa layer, yaitu layer hardware, layer operating system dan layer program aplikasi.
Software virtualisasi akan melakukan abstraksi dari mesin virtual dengan menambahkan layer baru diantara layer-layer sebelumnya. Posisi dari layer tersebut akan menentukan level dari sebuah virtualisasi. Secara umum terdapat 3 level dalam virtualisasi, yaitu :
1.        Level Hardware
Mainframe IBM menjalankan sistem operasi VM yang berfungsi untuk menyediakan servis virtualisasi, sehingga mainframe tersebut dapat dipartisi dimana masing-masing partisi dapat menjalankan sistem operasi dan aplikasi sendiri. Layer virtualisasi berada tepat di atas layer hardware, sehingga akses ke hardware dari mesin virtual dapat dilakukan secara efisien. Arsitektur virtualisasi pada level hardware disebut juga sebagai arsitektur hypervisor.
Virtualisasi pada level hardware
2.        Level Sistem Operasi
         Maksud pada level ini ialah, layer virtualisasi akan diletakkan di atas layer sistem operasi. Program aplikasi dijalankan di atas sistem operasi pada mesin virtual. Jika kita ingin mengakses ke hardware dari mesin virtual, maka kita harus melalui sistem operasi dari mesin fisik, sehingga tidak seefisien pada arsitektur hypervisor. Arsitektur virtualisasi ada level sistem operasi ini disebut juga sebagai arsitektur hosted.
Virtualisasi pada level sistem operasi
3.         Level bahasa tingkat tinggi
Layer virtualisasi berada di atas layer program aplikasi, berfungsi untuk melakukan abstraksi mesin virtual yang dapat menjalankan program yang ditulis dan dikompilasi sesuai dengan definisi abstrak mesin virtual yang akan menjalankan program tersebut.
4.         Kelebihan Virtualisasi
Dalam menggunakan teknologi virtualisasi, banyak sekali keuntungan yang kita dapat, berikut kelebihan virtualisasi :
a.         Pengurangan biaya Investasi Hardware
                  Investasi hardware dapat ditekankan lebih rendah karena virtualisasi hanya mendayagunakan kapasitas yang sudah ada. Tak perlu ada penambahan perangkar komputer, server dan pheriperal secara fisik. Jika ada penambahan kapasitas harddisk dan memori, itu lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer induk, yang jika kita menghitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi hardware baru.
b.        Kemudahan Backup dan Recovery.
                 Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapan disimpan dalam satu buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika suatu saat server tersebut terjadi  tabrakan atau crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup dengan mengambil salinan image yang sudah disimpan dan restore data hasil backup terakhir, dengan begitu server berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
c.         Kemudahan Deployment.
                 Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah konfigurasi. Mengurangi beban kerja para staff TI dan mempercepat proses implementasi suatu sistem.
d.         Mengurangi panas.
Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan tentunya mengurangi biaya penggunaan listirik.
e.        Mengurangi biaya space.
Semakin sedikit jumlah server maka semakin sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server di tempatkan pada suatu data center, ini akan berimbas pada pengurangan biaya sewa.
f.         Kemudahan dalam meintenance dan pengelolaan.
Jumlah server yang lebih sedikit otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server yang lebih sedikit maka lebih sedikit pula jumlah server yang harus ditangani.
g.        Standarisasi Hardware.
Virtualisasi melakukan emulasi dan enkapsulasi hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak akan menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik.
h.         Kemudahan Replacement.
                    Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server lebih mudah dilakukan. Jika server induk mengelamai overload dan spesifikasinya tidak mencakupi lagi, kita bisa dengan mudah melakukan upgrade spesifikasi atau memindahkan virtual machine ke server lain yang lebih powerfull.
Selain mempunyai kelebehihan, virtualisasi juga mempunyai kekurangan. Berikut kekurangan pada virtualisasi :
a.         Satu pusat masalah
Maksudnya jika server induk bermasalah, semua sitem virtual machine didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip fail over/clustering.
b.        Spesifikasi hardware
Virtualisasi membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin virtual di dalamnya.
c.         Satu pusat serangan
                 Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagi target serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup kedalam server-server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada pada server induk.