Assalamualaikum Wr.Wb teman-teman :)
Saya kembali lagi memposting blog yang ketiga. Disini saya ingin berbagi ceramah yang saya dengar dari Ustad Aswan Faisal. Saya langsung cerita inti ceramahnya saja yaa..
Saat Rasullah saw Nabi Muhammad saw wafat.
Berbincang-bincanglah Abu Bakar As-Sidiq dengan anaknya yang bernama Aisyah, yang merupakan istri dari Nabi Muhaammad saw. Bertanyalah Abu Bakar As-Sidiq pada anaknya, "Coba kau tunjukkan padaku, amal baik apalagi yang dilakukan Rasullah saw yang belum aku lakukan?"
Lalu Aisyah menjawab,"Sesungguhnya ada amal kebaikan yang belum ayah lakukan."
"Amal apaitu?" Abu Bakar As-Sidiq penasaran.
"Rasullah saw setiap pagi dan petang selalu membawa makanan jika pergi ke Madinah, untuk memberi makan dan menyuapi makanan kepada pengemis buta, dan itu dilakukan beliau setiap hari dan tak pernah absen hingga beliau wafat." Ucap Aisyah.
Lalu pergilah Abu Bakar As-Sidiq ke Madinah dengan membawa makanan. Namu Abu Bakar As-Sidiq bertanya lagi pada anaknya, "Di pinggir kota Madinah banyak sekali pengemis, lalu pengemis manakah yang akan ku beri makan?"
Aisyah menjawab, "Pengemis itu ciri-cirinya adalah selalu mengeluarkan perkataan buruk dari mulutnya tentang Nabi Muhammad saw, menghina Nabi Muhammad."
Bertemulah Abu Bakar As-Sidiq dengan pengemis itu. Pengemis itu terlihat sedang meghina-hina Rasullah. Duduklah Abu Bakar As-Sidiq didepan pengemis itu, dan menyuapi makanan ke mulut pengemis itu. Suapan pertama pengemis itu mengunyah makanan itu, dan suapan kedua dikunyahnya lagi makanan itu, tetapi pada suapan ketiga, pengemis itu berhenti mengunyah dan berkata, "Kau bukanlah orang yang biasa menyuapiku makanan, siapa kau dan dimana orang itu?"
Lalu Abu Bakar menjawab, "Iya, aku bukanlah orang yang biasa menyuapi kau makan, dan orang itu telah meninggal."
"Siapa nama orang itu, katakan padaku!" Pengemis itu bertanya.
"Dia adalah Muhammad saw." Ujar Abu Bakar.
Saat pengemis itu mengetahui, bahwa orang yang biasa menyuapi ia makan setiap harinya itu ternyata adalah orang yang sering ia hina. Menangis berguling-gulinglah pengemis itu. Dia merasa menyesal dan memohon ampun.
Begitu mulianya Nabi Muhammad, tetap berbuat baik walau beliau telah dihina, subhanaallah. Jadi, pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini, lakukanlah semua ikhlas hanya karna Allah swt, insyaallah kita akan bahagia dunia akhirat. Lakukanlah perbuatan baik kepada semua orang, walaupun ia telah mencaci makimu sekalipun.
Sekian ceramah yang saya dengar, semoga kita bisa mengambil hikmah dari ceramah ini. Kita ketemu lagi dilain waktu..
Wassalamualaikum Wr.Wb
Saya kembali lagi memposting blog yang ketiga. Disini saya ingin berbagi ceramah yang saya dengar dari Ustad Aswan Faisal. Saya langsung cerita inti ceramahnya saja yaa..
Saat Rasullah saw Nabi Muhammad saw wafat.
Berbincang-bincanglah Abu Bakar As-Sidiq dengan anaknya yang bernama Aisyah, yang merupakan istri dari Nabi Muhaammad saw. Bertanyalah Abu Bakar As-Sidiq pada anaknya, "Coba kau tunjukkan padaku, amal baik apalagi yang dilakukan Rasullah saw yang belum aku lakukan?"
Lalu Aisyah menjawab,"Sesungguhnya ada amal kebaikan yang belum ayah lakukan."
"Amal apaitu?" Abu Bakar As-Sidiq penasaran.
"Rasullah saw setiap pagi dan petang selalu membawa makanan jika pergi ke Madinah, untuk memberi makan dan menyuapi makanan kepada pengemis buta, dan itu dilakukan beliau setiap hari dan tak pernah absen hingga beliau wafat." Ucap Aisyah.
Lalu pergilah Abu Bakar As-Sidiq ke Madinah dengan membawa makanan. Namu Abu Bakar As-Sidiq bertanya lagi pada anaknya, "Di pinggir kota Madinah banyak sekali pengemis, lalu pengemis manakah yang akan ku beri makan?"
Aisyah menjawab, "Pengemis itu ciri-cirinya adalah selalu mengeluarkan perkataan buruk dari mulutnya tentang Nabi Muhammad saw, menghina Nabi Muhammad."
Bertemulah Abu Bakar As-Sidiq dengan pengemis itu. Pengemis itu terlihat sedang meghina-hina Rasullah. Duduklah Abu Bakar As-Sidiq didepan pengemis itu, dan menyuapi makanan ke mulut pengemis itu. Suapan pertama pengemis itu mengunyah makanan itu, dan suapan kedua dikunyahnya lagi makanan itu, tetapi pada suapan ketiga, pengemis itu berhenti mengunyah dan berkata, "Kau bukanlah orang yang biasa menyuapiku makanan, siapa kau dan dimana orang itu?"
Lalu Abu Bakar menjawab, "Iya, aku bukanlah orang yang biasa menyuapi kau makan, dan orang itu telah meninggal."
"Siapa nama orang itu, katakan padaku!" Pengemis itu bertanya.
"Dia adalah Muhammad saw." Ujar Abu Bakar.
Saat pengemis itu mengetahui, bahwa orang yang biasa menyuapi ia makan setiap harinya itu ternyata adalah orang yang sering ia hina. Menangis berguling-gulinglah pengemis itu. Dia merasa menyesal dan memohon ampun.
Begitu mulianya Nabi Muhammad, tetap berbuat baik walau beliau telah dihina, subhanaallah. Jadi, pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini, lakukanlah semua ikhlas hanya karna Allah swt, insyaallah kita akan bahagia dunia akhirat. Lakukanlah perbuatan baik kepada semua orang, walaupun ia telah mencaci makimu sekalipun.
Sekian ceramah yang saya dengar, semoga kita bisa mengambil hikmah dari ceramah ini. Kita ketemu lagi dilain waktu..
Wassalamualaikum Wr.Wb






